, ,

Tangis Sri Mulyani di Polda Jateng Anak Hilang Semalaman Ternyata Diamankan Polisi

by -703 Views

News Bolaang Uki– Tangis Sri Mulyani di Polda Jateng: Malam Panjang Orang Tua, Anak Hilang Ternyata Diamankan PolisiSri Mulyani (47) tidak bisa memejamkan mata. Biasanya, selepas Magrib, sang putra remaja sudah duduk di ruang tengah, bercanda dengan keluarga. Namun kali ini berbeda hingga tengah malam, anak laki-lakinya tak kunjung pulang.

Perasaan gelisah makin menjadi. Pikiran buruk berseliweran, mulai dari kecelakaan hingga kemungkinan tersesat. Dengan firasat dan keberanian seorang ibu, Sri Mulyani akhirnya melangkahkan kaki ke Mapolda Jawa Tengah, Semarang.

“Rasanya lemas dan bingung. Saya hanya bisa berdoa sambil berusaha mencari. Ternyata benar, anak saya ada di sini,” ucap Sri Mulyani dengan mata berkaca-kaca, saat akhirnya dipertemukan dengan putranya pada Minggu (31/8/2025) sore.

Begitu melihat ibunya, sang anak langsung berlari dan memeluk erat. Air mata pecah, suasana di Gedung Borobudur Polda Jateng pun berubah haru. Seorang remaja bahkan terlihat bersujud di kaki ibunya, memohon maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

327 Anak Diamankan Usai Demo Ricuh

Cerita Sri Mulyani hanyalah satu dari ratusan kisah orang tua lain yang dibuat cemas akibat kericuhan aksi unjuk rasa di Semarang.

Sedikitnya 327 orang diamankan aparat kepolisian, mayoritas berusia remaja dan masih berstatus pelajar. Polisi bahkan menemukan peserta termuda berusia hanya 13 tahun.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menegaskan tidak ada kesalahan tangkap dalam peristiwa tersebut.

“Namanya pelaku anarkis, alasannya pasti macam-macam: hanya lewat, hanya menonton. Tapi faktanya mereka tertangkap saat melakukan pelemparan, perusakan, dan tindakan melawan hukum,” kata Artanto.

Dari ratusan yang diamankan, tujuh orang ditetapkan tersangka enam di antaranya anak-anak, satu orang dewasa. Mereka dijerat hukum karena terbukti melempar batu dan merusak fasilitas umum.

Sementara ratusan lainnya dipulangkan dengan status saksi, diwajibkan lapor setiap Senin dan Kamis.

Malam Panik di Semarang: Ratusan Anak Hilang, Ternyata Diamankan Polisi Usai Demo Ricuh

Baca Juga: Rumah Eko Patrio & Uya Kuya Digeruduk Massa Harta Fantastis Jadi Sorotan

Provokasi dari Media Sosial

Polisi juga mendalami dugaan adanya aktor intelektual atau provokator yang menggerakkan massa. Artanto memastikan penyelidikan akan terus dilakukan.

“Semua akan diungkap. Kami masih mencari siapa koordinator maupun pihak yang menyebarkan ajakan,” ujarnya.

Fenomena serupa juga terjadi di Kabupaten Pekalongan. Sedikitnya 65 pelajar SMP, SMA, hingga SMK ikut terjaring patroli skala besar yang digelar Polres Pekalongan bersama TNI, Forkopimda, dan masyarakat.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, mengungkapkan mayoritas pelajar tersebut hadir karena terpengaruh ajakan di media sosial.

“Mereka ikut-ikutan, karena ada postingan di medsos yang mengajak turun ke jalan. Setelah kami amankan, para pelajar diminta menandatangani surat pernyataan dan mendapat pembinaan,” terangnya.

Luka Psikologis Orang Tua

Kisah Sri Mulyani memperlihatkan bagaimana dampak sosial dari kericuhan ini lebih luas dari sekadar kerugian materi. Kekhawatiran orang tua yang ditinggal anaknya tanpa kabar, perasaan cemas semalaman, hingga momen haru saat bertemu kembali menjadi potret nyata sisi lain kerusuhan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.