, ,

Guru Besar Kupas Soemitronomics, Rancang Peta Jalan Sulut Menuju Indonesia Emas 2045

by -1362 Views

Soemitronomics: Peta Jalan Menuju Sulut yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan

News Bolaang Uki– Pemikiran visioner seorang begawan ekonomi Indonesia, Prof. Soemitro Djojohadikusumo, kembali menggema di tanah Minahasa. Dalam Seminar Nasional Soemitronomics yang digelar baru-baru ini, para guru besar dan praktisi ekonomi mengupas tuntas relevansi gagasan Soemitro untuk membawa Sulawesi Utara (Sulut) menuju Indonesia Emas 2045. Acara yang dimoderatori secara apik oleh Prof. Dr. Nikolas N. Fajar, Guru Besar FEB Universitas Negeri Manado dan pengurus ISEI Manado, ini tidak hanya menjadi ajang diskusi akademis, tetapi juga merumuskan strategi konkret yang menyinergikan hilirisasi, ekonomi kerakyatan, dan transformasi digital.

Warisan Pemikiran yang Tak Lekang Waktu

Paulus Kindangen, Guru Besar lainnya yang hadir sebagai narasumber, membuka seminar dengan menegaskan bahwa fondasi pemikiran Soemitro masih sangat relevan untuk dijadikan kompas pembangunan hari ini. “Tiga pilar utama dalam Soemitronomics, yaitu industrialisasi, hilirisasi, dan ekonomi kerakyatan, bukanlah konsep yang usang. Justru, ini adalah strategi yang konsisten dan teruji untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045,” tegas Kindangen.

Ia menjelaskan, industrialisasi di Sulut tidak boleh sekadar memindahkan pabrik dari luar, tetapi harus berbasis pada keunikan dan kekuatan lokal. Proses ini harus berjalan beriringan dengan hilirisasi, yang memastikan bahwa nilai tambah dari setiap sumber daya alam dinikmati sepenuhnya di dalam negeri, khususnya bagi masyarakat Sulut.

Hilirisasi: Dari Bahan Mentah ke Negara Industri

BI Sulut dan ISEI Manado Bahas Strategi Ekonomi Inklusif dalam Seminar Nasional Soemitronomics

Baca Juga: Gubernur Yulius Selvanus Sandang Gelar “Pemimpin Pro-Kritik” di Sulut

Poin hilirisasi menjadi sorotan utama dalam seminar. Harryadin Mahardika, PhD., Ketua Soemitro Economic Forum, menyoroti bahwa Indonesia, termasuk Sulut, sering terjebak dalam resource curse—kaya sumber daya alam tetapi miskin nilai tambah. “Pemikiran Soemitro mengingatkan kita bahwa kemandirian ekonomi hanya bisa dicapai jika kita menguasai seluruh rantai nilai. Sulut memiliki potensi kelautan, pertanian, dan pertambangan yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana mengolah komoditas ini menjadi produk akhir, bukan mengekspornya dalam bentuk mentah,” ujar Harryadin.

Quality Tourism: Hilirisasi dalam Sektor Pariwisata

Relevansi hilirisasi tidak hanya berlaku untuk sektor primer, tetapi juga untuk jasa, khususnya pariwisata. Prof. Dr. S.L.V.H. Joyce Lapian, S.E., M.Ec., menyoroti bagaimana konsep Quality Tourism di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang pada dasarnya adalah bentuk hilirisasi di sektor pariwisata.

Merangkul Era Digital: Think Tank dan Big Data

Harryadin Mahardika juga menekankan bahwa penerapan Soemitronomics di abad ke-21 mustahil dilakukan tanpa merangkul ekonomi digital. “Pemanfaatan big data dan artificial intelligence menjadi krusial untuk memetakan potensi, menganalisis pasar, dan menciptakan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.