Jaga Budaya dan Sejarah Masyarakat Bolsel, Bupati Iskandar Resmikan Museum Kerajaan Bolaang Uki

by -1181 Views

News Bolaang Uki Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) mempertegas komitmen pelestarian warisan budaya lokal dengan meresmikan Museum Daerah Kerajaan Bolaang Uki yang berlokasi di depan Alun-alun Molibagu, Kecamatan Bolaang Uki. Peresmian yang digelar pada Senin (27 Oktober 2025) itu dipimpin langsung oleh Bupati Bolsel, H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bolsel, Rante Hattani, S.Pd., M.Si. Upacara sederhana namun khidmat ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pengguntingan pita yang disaksikan tokoh adat, akademisi, pelajar, dan masyarakat umum.

Pendiriannya museum ini menjadi jawaban atas kebutuhan ruang kolektif yang mampu menyimpan, merawat, dan memamerkan benda-benda bersejarah serta dokumen penting terkait Kerajaan Bolaang Uki dan tradisi masyarakat setempat. Kepala Disdikbud, Rante Hattani, menyatakan bahwa ide pembangunan museum telah melalui kajian panjang melibatkan sejarawan lokal, budayawan, dan elemen masyarakat; tujuan utama bukan sekadar konservasi artefak, melainkan juga edukasi bagi generasi muda. “Museum ini dirancang sebagai ruang belajar bagi siswa dan masyarakat — tempat kita mengenal kembali akar budaya, memahami proses sejarah lokal, dan menumbuhkan kebanggaan kolektif,” ujar Rante di sela acara.

Dalam sambutannya, Bupati Iskandar Kamaru menekankan nilai strategis museum bagi identitas Bolsel. Menurutnya, pelestarian benda bersejarah dan tradisi lokal merupakan investasi jangka panjang yang menopang pendidikan karakter sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis kebudayaan. “Museum ini bukan sekadar gudang peninggalan lama; ia adalah pusat edukasi dan kebudayaan. Generasi muda harus mengetahui sejarah daerah dan akar budayanya — itu identitas kita sebagai masyarakat Bolaang Mongondow Selatan,” kata Bupati Iskandar di hadapan ratusan undangan.

Koleksi awal museum, menurut keterangan panitia penyelenggara yang hadir, menampilkan puluhan artefak yang merepresentasikan ragam kehidupan Kerajaan Bolaang Uki dan masyarakat pesisir, antara lain peralatan rumah tangga tradisional, pakaian adat, naskah, foto-foto lama, dan alat pertanian tradisional. Selain koleksi fisik, museum juga menampilkan peta sejarah daerah, rekaman oral dari tokoh adat, serta papan interpretasi yang menerangkan asal-usul, sistem pemerintahan tradisional, dan ritus adat. Sebagian koleksi merupakan sumbangan keluarga adat setempat dan benda yang berhasil didokumentasikan oleh tim Disdikbud selama program inventarisasi budaya.

Secara kelembagaan, museum akan dikelola oleh unit khusus di bawah Disdikbud Bolsel dengan struktur kuratorial sederhana yang memadukan ASN bidang kebudayaan dan tenaga ahli lepas dari kalangan sejarawan serta komunitas adat. Kepala Disdikbud menyebut rencana kerja awal mencakup program kunjungan sekolah, pelatihan pemandu museum dari kalangan pemuda lokal, serta lokakarya tentang konservasi sederhana bagi pengurus koleksi desa. “Kami ingin museum hidup — bukan monumen bisu. Oleh karena itu program edukasi dan pelibatan komunitas akan menjadi fokus utama pengelolaan,” kata Rante.

Dari sisi pendanaan, pembangunan museum dilaporkan bersumber dari anggaran daerah melalui APBD yang diprioritaskan untuk konservasi budaya, dengan dukungan mitra lokal berupa donasi artefak dan bantuan teknis. Bupati Iskandar menambahkan pemerintah kabupaten akan menjajaki kerjasama dengan perguruan tinggi serta instansi kebudayaan provinsi untuk memastikan pengelolaan museum memenuhi standar konservasi dan dokumentasi ilmiah. Ia juga menyinggung rencana pemanfaatan museum sebagai bagian dari paket wisata budaya guna mengerek kunjungan wisatawan domestik dan memperluas manfaat ekonomi bagi pengrajin serta pelaku ekonomi kreatif lokal.

Kehadiran museum mendapat sambutan hangat dari tokoh adat dan pemerhati budaya. Seorang pemuka adat yang ditemui usai acara mengapresiasi prakarsa pemerintah daerah yang selama ini telah mendorong proses penyelamatan artefak yang sebelumnya terancam hilang. “Selama ini banyak warisan leluhur yang tercecer; dengan adanya museum, cerita-cerita dan benda-benda itu punya rumah untuk diwariskan kepada anak cucu,” ucapnya. Para guru yang hadir juga menilai museum akan menjadi sumber belajar yang berharga di luar kurikulum formal, memberi konteks historis bagi pelajaran sejarah dan kebudayaan.

Lebih jauh, pengelola museum mengumumkan rencana pameran sementara bergilir yang menyorot tema-tema tertentu, misalnya “Perjalanan Kerajaan Bolaang Uki”, “Kehidupan Maritim Pesisir Molibagu”, serta pameran khusus karya seni dan kerajinan setempat. Program tersebut diharapkan dapat melibatkan sektor UMKM; misalnya stan suvenir, bengkel kerajinan lokal, dan kuliner tradisional pada hari-hari tertentu. Selain itu, pihak museum tengah menyiapkan perpustakaan kecil yang memuat literatur lokal, hasil penelitian, dan rekaman wawancara yang bisa diakses peneliti maupun pelajar.

Secara operasional, Disdikbud menyatakan museum akan membuka layanan kunjungan sekolah dengan jadwal yang dapat dipesan oleh institusi pendidikan, serta jam kunjung umum pada akhir pekan. Pengelola juga merencanakan sistem registrasi digital untuk dokumentasi koleksi dan penyusunan katalog yang ramah publik. Ke depan, mereka berharap dapat memperoleh akreditasi dari dinas terkait sehingga museum dapat memperoleh akses dana konservasi lebih luas dan menjadi rujukan kebudayaan di wilayah Sulawesi Utara.

Meski semangat dan antusiasme tinggi, beberapa pemerhati mengingatkan perlunya perhatian berkelanjutan terhadap aspek konservasi teknis, keamanan koleksi, dan kesinambungan pendanaan. Museum merupakan proyek jangka panjang yang memerlukan sumber daya manusia terlatih, anggaran perawatan, serta keterlibatan aktif masyarakat agar tidak sekadar menjadi bangunan seremonial. Menanggapi hal ini, Bupati Iskandar menegaskan komitmen pemerintah untuk menempatkan museum sebagai program prioritas yang mendapat dukungan administratif serta anggaran pemeliharaan tahunan.

Peresmian Museum Daerah Kerajaan Bolaang Uki menandai babak baru bagi pengelolaan warisan budaya Bolsel. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat, museum diharapkan menjadi ruang kebanggaan lokal sekaligus katalisator peningkatan kualitas pendidikan, pelestarian budaya, dan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.