News Bolaang Uki– Nama Lisa Mariana kembali menjadi sorotan publik. Selebgram tersebut masih terus berusaha membuktikan bahwa mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, adalah ayah biologis dari anaknya, CA. Meski hasil tes DNA resmi yang diumumkan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri menyatakan tidak ada hubungan biologis, Lisa menolak berhenti pada kesimpulan itu. Baginya, perjuangan ini bukan sekadar soal hukum, tetapi juga soal hati dan kebenaran.
Luka yang Belum Sembuh
Lisa tak kuasa menahan tangis ketika mengingat momen saat ia menerima hasil laboratorium dari Pusdokkes Polri. “Saya tidak mengerti, pokoknya tadi ada beberapa persen yang ada kemiripanlah,” ucapnya dengan suara bergetar kepada wartawan. Baginya, hasil tersebut masih menyisakan ruang tanda tanya yang besar.
Rasa kecewa dan luka itu, menurut Lisa, bukan semata karena hasil negatif, melainkan karena ia merasa ada kejanggalan. Ia yakin kebenaran harus diungkap dengan cara yang lebih independen.
Kuasa Hukum Ajukan Keberatan
Langkah Lisa tidak ia tempuh sendirian. Tim kuasa hukumnya yang dipimpin Jhon Boy Nababan dan Bertua Hutapea mendampingi penuh. Saat pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Lisa mendapat sekitar 15 pertanyaan seputar kasus dan hasil tes DNA.
Menurut Jhon, Lisa melalui tim kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan agar dilakukan tes DNA di luar negeri. Hal ini disebut sebagai bentuk upaya memperoleh second opinion dari lembaga medis yang netral dan tidak berada dalam lingkaran kasus di tanah air.
Bertua Hutapea menegaskan bahwa kliennya telah resmi menyatakan keberatan atas hasil tes DNA Polri. “Lisa Mariana sudah menyatakan keberatan terhadap hasil tes DNA tersebut dan juga sudah menyatakan bahwa akan mengajukan second opinion di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura,” ujar Bertua.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Bolaang Uki Bolsel Sulawesi Utara Siang Ini
Perjalanan Mencari Second Opinion
Keinginan Lisa untuk membawa kasus ini ke luar negeri bukan tanpa alasan. Mount Elizabeth Singapura dikenal sebagai salah satu rumah sakit dengan fasilitas medis modern dan standar internasional, termasuk dalam layanan forensik dan uji DNA. Dengan tes di luar negeri, Lisa berharap hasil yang didapat bisa benar-benar objektif dan tak terbantahkan.
Meski ada yang menilai langkah ini sekadar mencari sensasi, tim hukum Lisa menampiknya. “Ini bukan tentang sensasi. Ini tentang pencarian kebenaran untuk masa depan anak,” tegas Bertua.
Publik yang Terbelah
Kasus ini membuat publik terbelah. Sebagian menganggap Lisa hanya memperpanjang polemik, apalagi setelah ada hasil resmi dari Polri. Namun tak sedikit pula yang memahami posisinya sebagai seorang ibu yang berjuang demi kepastian status anaknya.
Di tengah derasnya komentar warganet, Lisa tetap menunjukkan keyakinannya. Ia tidak ingin menyerah begitu saja, meski langkah yang ditempuh akan semakin berat.








