News Bolaang Uki – Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Iskandar, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan mendorong RSUD Bolsel bertransformasi menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dalam arahannya, Bupati Iskandar meminta agar rumah sakit daerah tersebut dijaga sebagai kebanggaan bersama masyarakat Bolsel dan dikelola secara profesional.
Penegasan itu disampaikan Bupati Iskandar dalam kegiatan pembinaan dan evaluasi kesiapan RSUD Bolsel menuju penerapan pola pengelolaan keuangan BLUD.
RSUD Bolsel Aset Penting Daerah
Bupati Iskandar menekankan bahwa RSUD Bolsel bukan sekadar fasilitas kesehatan, melainkan aset strategis daerah yang menjadi harapan utama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan bermutu.
“RSUD ini adalah kebanggaan kita bersama. Keberadaannya harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sehingga pengelolaannya tidak boleh setengah-setengah,” tegas Bupati.
Menurutnya, peningkatan status menuju BLUD harus diiringi dengan perubahan pola pikir seluruh jajaran rumah sakit, dari sekadar unit pelayanan menjadi institusi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada mutu layanan.
BLUD untuk Tingkatkan Fleksibilitas dan Mutu Layanan
Transformasi RSUD Bolsel menuju BLUD dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan, sehingga rumah sakit dapat bergerak lebih cepat dalam memenuhi kebutuhan operasional, pengadaan alat kesehatan, hingga peningkatan kualitas pelayanan pasien.
Bupati Iskandar menjelaskan bahwa dengan status BLUD, RSUD memiliki ruang yang lebih luas untuk mengelola pendapatan secara mandiri, namun tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Profesionalisme Jadi Kunci Utama
Dalam arahannya, Bupati Iskandar menekankan bahwa profesionalisme sumber daya manusia merupakan kunci utama keberhasilan RSUD Bolsel sebagai BLUD. Seluruh tenaga medis dan nonmedis diminta meningkatkan disiplin, etika pelayanan, serta kompetensi sesuai bidang masing-masing.
“Status BLUD tidak ada artinya jika tidak diikuti dengan peningkatan kinerja dan sikap profesional. Pelayanan kepada masyarakat harus cepat, ramah, dan berkualitas,” ujar Bupati.
Ia juga meminta manajemen rumah sakit memperkuat tata kelola organisasi, administrasi, dan sistem pelayanan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Peningkatan Sarana dan Pelayanan Kesehatan
Selain aspek manajemen, Pemkab Bolsel juga berkomitmen mendukung peningkatan sarana dan prasarana RSUD Bolsel. Bupati Iskandar menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong pemenuhan fasilitas kesehatan yang memadai, seiring dengan kemampuan keuangan daerah.
Dengan layanan yang semakin baik, RSUD Bolsel diharapkan mampu mengurangi rujukan pasien ke daerah lain serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di daerah sendiri.
Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
Menuju BLUD, Bupati Iskandar juga mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Seluruh proses pengelolaan anggaran, pendapatan, dan belanja rumah sakit harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa fleksibilitas BLUD bukan berarti pengelolaan tanpa pengawasan, melainkan harus tetap berada dalam koridor hukum dan pengendalian yang ketat.
Harapan Jadi Rumah Sakit Andalan Masyarakat
Pemkab Bolsel menaruh harapan besar agar RSUD Bolsel dapat tumbuh menjadi rumah sakit andalan masyarakat, yang tidak hanya unggul dari sisi fasilitas, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
Dengan dukungan pemerintah daerah, manajemen yang profesional, serta komitmen seluruh jajaran RSUD, transformasi menuju BLUD diyakini akan membawa dampak positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Bolaang Mongondow Selatan.
“Jaga RSUD ini sebagai kebanggaan kita bersama. Layani masyarakat dengan sepenuh hati, karena kesehatan adalah hak dasar yang harus kita penuhi,” pungkas Bupati Iskandar.








