News Bolaang Uki – Mengawali aktivitas pemerintahan di tahun 2026, Bupati Iskandar memimpin apel perdana yang diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN), tenaga honorer, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam apel tersebut, Bupati menegaskan pentingnya efisiensi anggaran, peningkatan disiplin kerja, serta menyampaikan secara rinci arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.
Apel berlangsung khidmat dan menjadi momentum konsolidasi awal pemerintahan dalam menghadapi tantangan pembangunan di tahun 2026.
Momentum Awal Penguatan Kinerja ASN
Dalam sambutannya, Bupati Iskandar menekankan bahwa apel perdana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menyatukan visi dan semangat kerja seluruh ASN. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bekerja lebih fokus, terukur, dan bertanggung jawab.
“Tahun 2026 harus menjadi tahun penguatan kinerja birokrasi. ASN dituntut bekerja lebih efektif, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Efisiensi Anggaran Jadi Penekanan Utama
Salah satu poin utama yang disampaikan Bupati Iskandar adalah pentingnya efisiensi dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia mengingatkan agar setiap program dan kegiatan benar-benar berdampak langsung pada masyarakat serta sejalan dengan prioritas pembangunan.
Menurutnya, penggunaan anggaran harus dilakukan secara cermat, transparan, dan akuntabel, dengan menghindari kegiatan seremonial yang tidak memiliki manfaat nyata.
“Setiap rupiah anggaran harus dipertanggungjawabkan dan memberi nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Baca juga: Tahun Kerja, Bukan Retorika Catatan Akhir Tahun Bupati Bolaang Mongondow Selatan
Disiplin dan Etos Kerja ASN Diperkuat
Selain efisiensi, Bupati Iskandar juga menyoroti disiplin dan etos kerja ASN. Ia meminta seluruh pegawai mematuhi jam kerja, meningkatkan kinerja, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu memberikan apresiasi kepada ASN berprestasi, sekaligus menindak tegas pelanggaran disiplin sesuai aturan yang berlaku.
“Disiplin adalah fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional dan dipercaya masyarakat,” katanya.
Arah Kebijakan Pembangunan Daerah 2026
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Iskandar juga menguraikan arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sektor ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur strategis, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menekankan pentingnya sinergi antar-OPD agar program pembangunan berjalan terintegrasi dan tidak tumpang tindih.
“Kita harus bergerak bersama, saling mendukung, dan memastikan setiap program selaras dengan visi pembangunan daerah,” jelasnya.
Dorong Inovasi dan Pelayanan Publik Berkualitas
Bupati Iskandar juga mendorong seluruh OPD untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan publik. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi kerja serta mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
Ia berharap inovasi yang lahir dari perangkat daerah mampu memberikan solusi konkret terhadap berbagai permasalahan di tengah masyarakat.
Ajakan Bekerja dengan Integritas dan Tanggung Jawab
Menutup sambutannya, Bupati Iskandar mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan integritas, loyalitas, dan rasa tanggung jawab. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh komitmen dan kerja keras seluruh aparatur pemerintah.
“Tahun 2026 harus kita jadikan sebagai tahun kerja nyata, bukan sekadar rutinitas. Mari kita buktikan bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk rakyat,” pungkasnya.
Apel perdana ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.









