Wabup Bolmong Tinjau Langsung Penyebab Banjir di Desa Bakan, Diduga Akibat Aktivitas Pertambangan
News Bolaang Uki Wakil Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Dony Lumenta, turun langsung ke lokasi banjir di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penyebab banjir yang disertai lumpur dan merendam puluhan rumah warga setempat.
Banjir yang terjadi pada Selasa (12/8) tersebut menggenangi dua dusun, yaitu Dusun I dan II Desa Bakan, dengan ketinggian air mencapai 50-60 cm. Tidak hanya air, banjir kali ini juga membawa lumpur dan sisa-sisa potongan kayu yang masuk ke pemukiman warga.
Tim Gabungan Turun ke Lokasi
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Dony Lumenta didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Bolmong Febrianto Tangahu, Asisten II Renti Mokoginta, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Satpol PP, dan Camat Lolayan.
Mereka memeriksa kondisi gorong-gorong dan sungai di Desa Bakan yang kerap meluap saat hujan. Menurut Dony Lumenta, peninjauan ini bertujuan untuk memastikan penyebab dan dampak banjir, sekaligus mencari solusi jangka panjang.
Diduga Akibat Aktivitas Pertambangan JRBM
Wabup Dony Lumenta menyatakan bahwa banjir lumpur ini diduga kuat akibat aktivitas pertambangan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM).
“Kami akan segera mengundang pihak perusahaan dan mengadakan rapat koordinasi untuk membahas solusinya,” tegasnya.
Pernyataan ini juga diamini oleh Wakil Ketua DPRD Bolmong, Febrianto Tangahu, yang mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah. Ia mendesak agar pertemuan dengan seluruh stakeholder, termasuk pemerintah pusat, daerah, dan perusahaan, segera dilaksanakan.
“Ini menyangkut kewenangan berbagai pihak, termasuk infrastruktur yang mungkin menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, daerah, atau perusahaan. Semua harus hadir untuk rapat nanti,” ujar Febrianto.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Banjir di Bolmong, Akses Jantar Desa Putus
Respons Cepat PT JRBM
Meski menjadi sorotan, PT JRBM langsung merespons kejadian ini dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan jalan yang tertutup lumpur, terutama jalur penghubung antara Desa Bakan dan Desa Matali Baru.
Namun, langkah ini dinilai belum cukup oleh warga. Mereka meminta ada tindakan lebih serius untuk mencegah banjir serupa terulang, termasuk evaluasi terhadap dampak lingkungan dari operasi pertambangan.
Banjir lumpur ini telah menyebabkan kerugian material yang cukup besar bagi warga Desa Bakan. Puluhan rumah terendam, dan sejumlah aktivitas warga terhambat.
“Kami sudah sering mengalami banjir, tapi kali ini sangat parah karena lumpurnya tebal dan membawa kayu-kayu yang berserakan,” keluh salah seorang warga.
BPBD dan Dinas Sosial telah memberikan bantuan darurat, termasuk kebutuhan pokok dan perlengkapan kebersihan. Namun, warga berharap ada solusi permanen agar banjir tidak terus berulang.
Wabup Dony Lumenta menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. “Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Segera akan ada tindakan konkret setelah rapat dengan semua pihak,” pungkasnya.
Banjir lumpur di Desa Bakan menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih serius mengelola dampak lingkungan, terutama dari aktivitas pertambangan. Respons cepat dari pemerintah dan perusahaan patut diapresiasi, tetapi yang terpenting adalah tindakan pencegahan agar bencana serupa tidak terjadi lagi di masa depan.





